Jumat, 19 Desember 2014

PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL AUDITOR TERHADAP PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR DAN KUALITAS AUDIT

oleh : NA Budiman
Publikasi pada : Jurnal AKUNTANSI & MANAJEMEN, Vol. 24, No. 3, Desember 2013

ABSTRACT
The purpose of this study is to examine the influence of internal and external auditors factor to premature sign-off audit procedures and quality of audit. Auditor internal factors tested in this study is the locus of control, self esteem, and equity sensitivity. While external factors tested in this study was time pressure, detection risk, and review procedures and quality control.
Respondents in this research is an auditor who works at public accounting firm in Yogyakarta and Surakarta. The primary data used in this study were collected through a questionnaire submitted directly to the respondents.
Determination of the samples was done by purposive sampling method, where the 144 questionnaires
distributed, only 106 questionnaires could be used for analysis. Hypothesis testing was performed using Structural Equation Modeling (SEM) were processed with the program AMOS 6.0. The results of this study indicate that the behavior of premature sign-off audit procedures is affected by the locus of control, time pressure, detection risk, and review procedures and quality control. In this study also proved that the behavior of premature sign-off audit procedures, equity sensitivity, and detection risk affect the quality of audits produced by the auditors.
Keywords: internal and external auditors, procedures and quality of audit.

PENDAHULUAN
Pengauditan didefinisikan sebagai suatu proses
sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakantindakan dan kejadian-kejadian ekonomi secara obyektif untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Audit atas laporan keuangan merupakan bagian dari jasa penjaminan yang diberikan Kantor Akuntan Publik (KAP) kepada sebuah perusahaan. Jasa penjaminan ini memiliki nilai karena pemberi jaminan bersifat independen dan tidak bias dengan informasi yang diperiksanya.
Perusahaan diwajibkan untuk meminta pendapat audit dari auditor terhadap laporan keuangan yang akan dipublikasikan kepada masyarakat luas. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penjaminan atas kepercayaan publik kepada perusahaan. Dengan adanya pelaksanaan jasa penjaminan diharapkan auditor dapat meningkatkan kualitas informasi melalui peningkatan kepercayaan dalam hal keandalan dan relevansi informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pelaksanaan audit yang baik harus berdasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Agar laporan audit yang dihasilkan dapat berkualitas dalam pengambilan keputusan, auditor harus benar-benar melaksanakan prosedur audit sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Standar. . . . ....(baca selengkapnya)

Artikel LENGKAP dikompilasi/ hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
HP. 08122353284 – 087822984716  Telp/Fax : 022-4267749 
Pin BBm : 27CBC148

ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL YANG MEMPENGARUHI PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDIT (Studi Empiris pada KAP di Semarang)

oleh : VF Nisa & Surya Raharja
Publikasi pada : JOURNAL OF ACCOUNTING, Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013

ABSTRACT
This study aims to analyze time pressure, audit risk, materiality, review and quality control procedures and the auditor's professional commitments affecting the premature sign off audit procedures.
This study is an empirical study with purposive sampling techniques of data collection. The population of this study are independent auditors who have worked for CPA’s on Semarang.
The sample of this research are 73 auditors who have worked for CPA’s Semarang. There are six variables in this research that consist of five independent variables namely time pressure, audit risk, materiality, review and quality control procedures and the auditor's professional commitments and one dependent variable is the premature sign off audit procedures. Writer tested the quality of data that included validity test, reliability test, the hypothesis by means of logistic regression analysis test and friedman test.
From the results of the data quality test which consists the validity and reliability test showed that all variables are valid and reliable, can be said that for the next items on the concepts of each of these variables fit for use as a measuring tool. We used Friedman test for the first hypothesis and the second to the sixth hypothesis using logistic regressions. Friedman test result indicated that the order of priority to the auditing procedures tend to be abandoned. Logistic regression test showed that variable of time pressure, audit risk, materiality, and the auditor's professional commitments have significant effect on premature sign off, while review and quality control procedures do not have significant effect on premature sign off.
Keywords: Auditor, premature sign-off audit procedures (premature sign-off), time pressure, audit risk, review and quality control procedures, materiality, and professional commitments

PENDAHULUAN
Perkembangan perusahaan di suatu negara sejalan dengan berkembangnya profesi akuntan publik di negara tersebut. Profesi ini merupakan profesi kepercayaan masyarakat, dari profesi akuntan publik inilah masyarakat mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan dalam laporan keuangan (Mulyadi, 2002).
Proses audit yang diterapkan dalam prosedur audit merupakan bagian dari jasa assurance. Mulyadi (2002) mendefinisikan jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Pelaksanaan jasa assurance dapat meningkatkan kualitas melalui peningkatan kepercayaan dalam hal reliabilitas dan relevansi informasi, karena pengauditan merupakan bagian dari assurance service maka pengauditan melibatkan usaha peningkatan kualitas informasi bagi pengambil keputusan serta independensi dari pihak yang melakukan audit (Weningtyas, et al, 2006)
Praktek perilaku pengurangan kualitas (Reduced Audit Quality / RAQ behaviors) masih sering terjadi meskipun dalam teori dinyatakan bahwa audit yang mampu meningkatkan kualitas informasi merupakan audit yang baik. Pengurangan kualitas dalam audit dapat diartikan sebagai “pengurangan mutu dalam pelaksanaan audit yang dilakukan sengaja oleh auditor” (Coram, et al, 2004).. . . ....(baca selengkapnya)

Artikel LENGKAP dikompilasi/ hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
HP. 08122353284 – 087822984716  Telp/Fax : 022-4267749 
Pin BBm : 27CBC148